Eksponen,Logaritma Dan Penggunaan Dalam Farmasi
Judul: Eksponen,Logaritma Dan Penggunaan Dalam Farmasi
Mata Kuliah : Matematika Farmasi
Dosen Pengampu : Deny Sutriosno, M.Pd
Disusun Oleh Kelompok 7 :
1. Lady diah Tribuana 2248201039
2. Sakia sofia dewi 2248201040
3. Yohana Magdalena arifiani 2248201044
4. Weni Marselena 2248201013
Hubungan matematika dan farmasi pun dapat diibaratkan seperti sebuah konstitusi, dimana matematika adalah pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, dan farmasi adalah isi atau badan dari UUD 1945 tersebut. Sebuah badan UUD 1945 harus sesuai dan berlandaskan pada pancasila. Begitupun dengan farmasi dan matematika, ilmu dalam farmasi selalu berlandasrkan pada dasar-dasar matematika. Sebagaimanapun farmasi mempunyai cabang-cabang keilmuannya sendiri yang secara kasat mata tidak bersentuhan dengan matematika, jiwa farmasi teorinya tetap menggunakan dasar matematika, misalnya logika matematika.
Eksponen
Pengertian Eksponen
Eksponen adalah suatu bentuk perkalian dengan bilangan ang sama kemudian di ulang-ulag atau bisa uga disebut sebagai bilangan berpangkat.
Sifat Dasar Eksponen
Ada beberapa sifat yang bisa kita ketahui dalam memahami eksponen, diantaranya :
Pangkat Penjumlahan
Perkalian eksponen dengan basis yang sama, maka pangkatnya harus ditambah.
Pangkat Pengurangan
Pembagian eksponen dengan basis yang sama, maka pangkatnya harus dikurang.
Pangkat Perkalian
Jika bilangan berpangkat diapngkatkan lagi, maka pangkatnya harus dikali.
Perkalian Bilangan yang Dipangkatkan
Perkalian bilangan yang dipangkatkan, maka masing-masing bilangan tersebut dipangkatkan juga.
Perpangkatan pada Bilangan Pecahan
Untuk bilangan pecahan yang dipangkatkan, maka bilangan pembilang dan penyebutnya harus dipangkatkan semua, dengan syarat nial “b” atau penyebut tidak boleh sama dengan 0.
Pangkat Negatif
Pada sifat ini, jika (an) di bawah itu positif, maka saat dipindahkan ke atas menjadi negatif. Begitu juga sebaliknya, jika (an) di bawah negatif, maka saat dipindahkan ke atas menjadi positif.
Pangkat Pecahan
Pada sifat ini, kamu bisa lihat, terdapat akar n dari am nah ketika diubah menjadi eksponen, akar n menjadi penyebut dan pangkat m menjadi pembilang, dengan syarat nilai n harus lebih besar atau sama dengan dua.
Pangkat Nol
Untuk sifat ini, syaratnya a tidak boleh sama dengan 0 karena apabila a = 0, maka hasilnya tidak teridentifikasi.
Contoh Soal Eksponen
Berapa hasil dari (8a3)2 : 4a4 = .....
Jawaban :
(8a3)2 : 4a4 = 82 x (a3)2 : 2a4
= 64 x a6 : 4 x a4
= 16a2
Contoh Soal Eksponen dalam bidang Farmasi
Berapa konsentrasi H+ yang memiliki 10-1 Mol CH3COOH dalam 0,5 L air ? (Ka : 10-5)
Diketahui : Ditanya :
Mol CH3COOH : 10-1 mol [H+] ? ...
V : 5 x 10-1 L
Ka : 10-5
Jawaban :
Ma =
=
= 2 x 10-1 M
[H+] =
=
=
= 1,41 x 10-3 M
Logaritma
Pengertian Logaritma
Logaritma adalah suatu invers atau kebalikan dari pemangkatan (eksponen) yang digunakan untuk menentukan besar pangkat dari suatu bilangan pokok. Jadi intinya dengan mempelajari logaritma kita bisa mencari besar pangkat dari suatu bilangan yang diketahui hasil pangkatnya.
Sifat Logaritma
Sifat logaritma dari perkalian
Suatu logaritma merupakan hasil penjumlahan dari dua logaritma lainnya ynag nilai kedua numerusnya merupakan faktor dari nilai numerus awalnya
Perkalian logaritma
Suatu logaritma a dapat dikalikan dengan logaritma b jika nilai numerus logaritma a sama dengan nilai bilangan pook logaritma b. Hasil perkalian tersebut merupakan logaritma baru dengan nilai bilangan pokok sama dengan logaritma a dan nilai numerus sama dengan logaritma b.
Sifat logaritma pembagian
Suatu logaritma hasil pengurangan dari dua logaritma yang nilai kedua numerusnya merupakan pecahan atau pembagian dari nilai numerusny logaritma awal.
Sifat logaritma berbanding terbalik
Suatu logaritma berbanding terbalik dengan logaritma lain yang memiliki nilai bilangan pokok dan numerusnya saling bertukaran.
Logaritma berlawanan tanda
suatu logaritma berlawanan tanda dengan logaritma yang memiliki numerusnya merupakan pecahan terbalik dari nilai numerus logaritma awal.
Sifat logaritma dari perpangkatan
yaitu logaritma dengan nilai numerusnya merupakan suatu eksponen dapat dijadikan logaritma baru dengan mengeluarkan pangkatnya menjadi bilangan pengali.
Perpangkatan bilangan pokok logaritma
Suatu logaritma dengan nilai bilangan pokoknya merupakan suatu eksponen dapat dijadikan logaritma baru dengan mengeluarkan pangkatnya menjadi bilangan pembagi.
Bilangan pokok logaritma sebanding dengan perpangkatan numerusnya
Suatu logaritma dengan nilai numerusnya merupakan suatu eksponen dari nilai bilangan pokoknya memiliki hasil yang sama dengan nilai numerusnya.
Perpangkatan logaritma
Suatu bilangan yang memiliki pangkat berbentuk logaritma, hasil pangkatnya adalah nilai numerus dai logaritma tersebut.
Mengubah basis logaritma
Suatu logaritma dapat dipecah menjadi perbandingan dua logaritma.
Contoh Logaritma
Diketahui 3Log 5 = x dan 3log 7 = y maka, nilai 3log 2451/2 adalah ....
Jawaban :
3log 2451/2 = 3log (5 x 49)1/2
= 3log ((5)1/2 x (49)1/2)
= 3log (5)1/2 + 3log (72)1/2
= (3log 5 + 3log7)
= (x + y)
Contoh Logaritma dalam bidang Farmasi
Untuk menghitung pH dari suatu larutan buffer, persamaan Henderson-Hasselbach sering digunakan krena lebih sederhaan persamaan untuk buffer asam adalah Ph ? pKa + ? log10 ?
Hitunglah pH buffer yang mengandung [HA] = [a’] = 0,1 M dengan Ka = 2.10-5
Diketahui :
[HA] = [a’] = 0,1 M
Ka = 2.10-5
Ditanya pH ....?
Jawaban
pH = 5 – log 2 +
= 5 – log 2 + log10 1
= 5 – log 2 + log 1
= 5 – log 2 + 0
= 5 – log 2